Ku Memilih Menangis
Ku memilih menangis, mebiarkan butiran-butiran bening itu keluar dari kelenjar air mataku. Mengalir membasahi, mulai dari pelupuk mata, turun ke pipi dan akhirnya menetes ke bawah karena bantuan gravitasi.
Ku memilih menangis, padahal sudah ku pilih untuk tetap tersenyum selama beberapa minggu terakhir ini. Malam ini kurasakan lelah, lelah menahan semua asa yang tersimpan dan tanpa suara itu.